Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 Oktober 2013
10 Kisah Mengerikan di Balik Pembuatan Film
Tim produksi sebuah film sering kali khawatir apabila terjadi kendala syuting atau musibah pada saat film sedang dibuat. Hal-hal teknis dan juga tak terduga seperti di atas menjadi sebuah ketakutan tersendiri bagi para pembuat film.
Tapi tahukah bahwa dalam proses pembuatan film terkadang muncul cerita mengerikan. Sebuah peristiwa yang membuat bulu kuduk merinding. Percaya atau tidak beberapa cerita berikut dipercaya terjadi.
1. Janin sapi diawetkan
Film ERASERHEAD dikenal karena kesan mengerikan dan juga misterius. Ceritanya tentang pria pecundang (Henry Spencer) yang selalu mengalami visi aneh dan punya anak aneh yang sama sekali tak mirip manusia.
Kisah di atas masih kalah mengerikan dengan keputusan sang sutradara David Lynch untuk tidak memberitahukan dengan cara apa ia menampilkan bayi mengerikan tersebut. Sampai satu dekade kemudian ia baru mengungkapkannya. Ia membiarkan para kru bertanya-tanya tentang sosok bayi aneh yang berlendir tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa bayi tersebut adalah janin sapi yang diawetkan.
2. Penguntit mengerikan
Penguntit selebriti bukanlah hal baru di Hollywood. Namun penguntit yang mengincar Emma Watson selama syuting NOAH ini benar-benar agresif. Saat rehat syuting, Emma Watson memutuskan untuk pergi ke hutan di sekitar lokasi, tanpa disangkanya seorang penguntit tiba-tiba menyergapnya. Penguntit tersebut dikenali Emma adalah penguntit yang selalu mengintai di dekat rumahnya. Untung saja saat itu ada kru produksi yang menangkap sang penguntit.
3. Tembakan ancaman
Cerita di balik layar yang paling terkenal dari film tahun 1972 ini adalah ketika Werner Herzog sang sutradara mengancam Klaus Kinski dengan senjata agar ia tak hengkang dari proyek film ini. Versi lain mengatakan bahwa Kinski lah yang memegang pistol dan ia lah yang menembak di lokasi sehingga jari salah satu kru terkena. Kinski juga pernah menebas salah satu kru dengan pedang properti miliknya. Untungnya kru yang tertebas mengenakan helm. Jadi wajar saja bila sang sutradara menodongnya balik dengan pistol.
4. Penuh dengan pesan tersirat
Anime versi layar lebar buatan tahun 1997 ini menghadirkan banyak sekali simbol dan juga adegan kekerasan. Salah satu yang paling membingungkan adalah saat tokoh utamanya berhalusinasi dengan melihat banyak huruf dan gambaran anak kecil.
Gambaran dalam film tersebut ternyata adalah gambar para anak korban pelecehan yang dimasukkan dalam film. Dan huruf-hurufnya adalah kata-kata dalam surat ancaman yang sungguh-sungguh diterima sang sutradara, Hideki Anno. Dan satu lagi dalam salah satu adegan pencekikan, para pengisi suaranya benar-benar mencekik satu dengan lainnya demi mendapatkan suara yang pas.
5. Ditembak peluru sungguhan
Film Uni Soviet ini menceritakan tentang korban invasi Jerman ke Soviet. Dalam penggarapannya, Elem Klimov sang sutradara dirasa terlalu realistis dalam menggarap filmnya. Para pemainnya benar-benar ditembaki peluru sungguhan. Aktor utamanya Aleksey Kravchenko berujar bahwa peluru benar-benar menyerempet kepalanya.
6. Diancam betulan
Film ini menjadi film terobosan Wes Craven. Akan tetapi ia dinilai terlalu berlebihan dalam menggarapnya. Menurut pengakuannya dan aktor David Hess sertaMarc Shaffer,apa yang terjadi di balik layar juga tak kalah mengerikan.
Untuk membuat tokoh utama wanitanya benar-benar ketakutan, Marc Shaffer benar-benar mengancam untuk mencederainya bila ia tak mau berakting ketakutan. Saat adegan perkosaan, David Hess benar-benar mengancam sang pemeran wanita.
7. Penyiksaan sungguhan
Sutradara film ini merasa perlu untuk menampilkan betapa mengerikannya penyiksaan manusia selama Perang Dunia II. Oleh karenanya ia memutuskan untuk menghilangkan jarak antara kenyataan dan film. Ia benar-benar membakar tikus hidup-hidup dan juga adegan otopsi anak kecil. Bayangkan saja bocah yang baru saja meninggal langsung dipakai sebagai properti film.
8. Pendalaman karakter ekstrem
Proyek film DAU berhenti secara tiba-tiba di tahun 2011. Alasannya karena sang sutradara Ilya Khrzhanovsky berusaha membuat film tribute pemenang Nobel Lev Landau menjadi sebuah film yang terlalu sempurna. Pasalnya ia memaksa semua kru dan pemain untuk benar-benar menghayati suasana Rusia pertengahan abad 20 di lokasi syuting.
Semua tak boleh membawa handphone atau benda apapun lainnya yang terasa modern. Makanan yang tersaji pun hanya ada dalam bentuk makanan kaleng. Semua dokumen untuk kepentingan syuting harus diketik pakai mesin ketik. Kalau ada yang ketahuan membawa barang-barang modern maka ia akan terkena denda. Banyak yang akhirnya tak tahan dengan metode ini dan memutuskan untuk keluar dari proyek.
9. Demi peran, anjing ditembak
Film yang menjadi Film Terbaik Oscar 1931 ini menghadirkan salah satu adegan ikonik di mana Jackie Cooper berdoa dan menangis. Di balik adegan yang mengharukan tersebut ternyata tersimpan kisah mengerikan.
Sang sutradara Norman Taurag merasa bahwa tangisan Cooper haruslah alami dan emosional. Oleh karenanya ia mengambil anjing peliharaan Cooper dan kemudian pura-pura menembaknya.
Meski pada akhirnya anjing tersebut baik-baik saja, Cooper mendapat trauma. Terbukti saat ia merilis biografi, ia memberi judul PLEASE DONT SHOOT MY DOG!
10. Beli tengkorak sungguhan
Taruhan pasti banyak yang jijik melihat adegan alien keluar dari dada korbannya meski itu hanya film belaka. Tapi ada yang lebih mengerikan lagi ternyata seniman H. R. Giger membeli tengkorak berita sungguhan dari India untuk kemudian ia belah dan dipakai untuk merancang desain final dari sosok xenomorph. Salah satu kru film bahkan mengatakan bahwa Ginger pernah terlihat mengutak atik tengkorak kecil yang diduga tengkorak bayi.
TeKaPe
Sabtu, 26 Oktober 2013
Cerpen Kisah Nyata Romantis 2013 Putri Herlina Gadis Tanpa Tangan yang Bertemu Jodoh

Kini, keduanya pun hidup sebagai suami istri. Lalu, bagaimana sebenarnya kisah masa lalu dari gadis yang sanggup berjuang seorang diri ini?
Menurut cerita yang di dapat dari blog milik Saptuari, Senin (14/10/2013), sewaktu Putri lahir, orangtuanya tega meninggalkannya di rumah sakit, dan membiarkan anaknya itu hidup sebatang kara. Sampai pada akhirnya, pihak rumah sakit menitipkan Putri di sebuah panti bernama Yayasan Sayap Ibu, dan dirawat dengan tulus oleh sang pemilik panti, Bu Naryo.
Meskipun gadis berambut panjang itu bukan anak kandungnya, Bu Naryo begitu sayang dengan Putri, dan tak ingin Putri lepas dari genggamannya.
Suatu hari, ada seseorang yang datang ke panti itu, dan menginginkan Putri menjadi anaknya. Sayang, orang tersebut bukannya merawat Putri dengan penuh kasih seperti yang dilakukan Bu Naryo, ia malah meletakkan gadis mungil tanpa tangan itu di dalam sebuah kardus, dan meletakkannya di pinggir jalan untuk mengumpulkan uang hasil belas kasihan, alias mengemis.
Di sepanjang hidupnya, Putri pernah tertidur beralaskan kardus, berselimut debu, dan bercahayakan panas sinar matahari. Dan belum tentu, semua orang mampu bila dihadapkan dengan hal seperti ini. Termasuk Anda!
Tuhan memang memiliki caranya sendiri untuk menyelamatkan nyawa gadis berhati suci ini. Pihak panti asuhan menemukan Putri di jalan, dan menyelematkannya, lalu merawat Putri kembali.
Di tangan orangtua angkatnya, Bapak dan Ibu Naryo, Putri tumbuh menjadi anak perempuan yang berbeda dan memiliki kelebihannya sendiri. Ia lincah dengan kedua kakinya, ia mampu menulis walaupun tidak memiliki kedua tangan, memakai baju tanpa bantuan siapa pun, dan melakukan semua kegiatannya seorang diri.
Dengan kata lain, Putri Herlina cilik adalah sosok anak perempuan yang mandiri dan tegas.

Sebelum disunting Reza, Putri Herlina bekerja dan menghabiskan waktunya masih di area panti, dan memegang jabatan sebagai administrasi di panti itu. Semua pekerjaan yang dilakukannya pun, dikerjakan menggunakan kedua kakinya.
Di dalam tulisan Saptuari, sang penulis menuliskan, Putri sempat bertandang ke rumahnya, dan mengabari bahwa ia akan menikah dengan pria pujaan hatinya dalam waktu dekat. Kepada Saptuari dan ibunya yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri, Putri bercerita dirinya mantap untuk dipersunting dengan kekasihnya, Reza.
Semua itu tanpa keraguan, tanpa kebimbangan, dan memang semua ini sudah rencana indah yang disiapkan Tuhan yang Maha Esa untuk keduanya.
Ketika Saptuari mempertanyakan siapa jodoh dari Putri ke Bu Naryo, beliau mengatakan bahwa pria yang berprofesi sebagai musisi itu adalah anak dari keluarga terhormat, putra salah seorang petinggi Bank negeri ini.
Yogyakarta, 13 Oktober 2013
Bertempat di Gedung Mandala Bakti Wanitama, kedua sejoli ini mengikat janji sehidup semati di hadapan penghulu, dan di hadapan kedua orangtua masing-masing.
Suasana berubah haru, ketika sang mempelai pria dengan tegas mengucapkan ijab kabul, sebagai tanda menerima Putri Herlina menjadi pendamping hidupnya yang sah.

Hari itu, Tuhan membuktikan janji-Nya. Seperti yang sering didengar, bahwa derajat semua mahluk di mata-Nya adalah sama. Termasuk yang dialami Putri Herlina dan Reza Hilyard Soemantri.
Momen mengharukan kembali terulang, ketika prosesi sungkeman. Dalam keadaan terbata-bata, dan dalam keadaan memeluk Reza, sang ibu mengatakan, "Wahai anakku, engkaulah lelaki itu. Engkaulah yang dipilih Allah untuk menemani wanita luar biasa ini. Engkaulah yang Allah percaya duduk, berdiri, berjalan di sampingnya selamanya. Jadikan ini sebagai ibadahmu, pahala tak berkesudahan hingga akhir hayatmu," kata sang ibu seperti ditulis Saptuari.
Acara sungkeman selesai, adik-adik dari panti di mana Putri selama ini dibesarkan hadir dan berdiri berjejer menghadap ke pelaminan. Ketika Putri menghampirinya, semua anak itu menyalami Putri, dan memegang tangan mungil yang ada di pundak Putri.
Hari itu, di malam yang penuh sakral dan keajaiban, anak-anak itu melepaskan sang kakak yang selama ini menemani hari-harinya di panti asuhan, yang hidup selama belasan tahun secara bersama-sama.
Selepas itu, Reza yang tampak gagah dan tampan dengan busana pengantin berwarna putih, menuntun Putri kembali ke pelaminan. Keduanya melangkah bersama, dan siap untuk membina mahligai rumah tangga berdua.
Bila menyebut nama Reza Hilyard sebagai musisi, masih banyak orang yang bertanya-tanya siapa dia sebenarnya. Tapi, bila nama Soemantri disematkan di belakang kedua namanya, mungkin sebagian orang akan menebak kalau ia adalah putra dari mantan Deputri Gubernur Bank Indonesia (BI), Maman Husein Soemantri.
Kini, Reza telah sah menjadi suami dari perempuan ayu, manis, soleha, tegar, serta mandiri, kelahiran 3 Oktober 1988. Semoga, pernikahan yang dilandaskan karena cinta dan kepatuhan terhadap perintah-Nya, senantiasa dilindungi oleh-Nya, dan semua yang dilakukan secara bersama-sama selalu dipermudah juga oleh-Nya.
Selamat berbahagia untuk Putri Herlina dan Reza. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.
Sumber: Liputan6.com
Langganan:
Postingan (Atom)