Tampilkan postingan dengan label baju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baju. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 November 2013
Foto Hot Sexy Putri Una Pakai Baju transparan dan BH Hitam
Putri Una semakin dikenal publik setelah banting setir menjadi disc jockey (DJ) dalam acara musik Dahsyat di RCTI. Setiap hari, wajahnya nongol di layar kaca mengiringi acara yang dipandu oleh Raffi Ahmad, Luna Maya, Olga Syahputra, Denny Cagur, dan Ayu Dewi.
DJ Una sama sekali tak menampik wajah dan namanya lebih dikenal publik ketimbang saat menggeluti dunia seni peran dengan film yang pernah dibintanginya berjudul "Air Terjun Pengantin Phuket". Bahkan sekarang ia punya banyak penggemar.
"Aku sih senang kalau banyak penggemar. Berarti banyak yang seneng dan diakui. Mudah-mudahan bermanfaat," ucap Putri Una, Sabtu (28/9/2013), saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dalam beberapa pekan ini, DJ Una merasa punya chemistry dengan masing-masing presenter Dahsyat. Hal itu menurutnya, dapat mendukung setiap penampilannya.
"Bersama host Dahsyat, aku sudah dapat chemistry. Memang awalnya aku grogi, tapi sekarang sudah dekat sama mereka," ucap wanita kelahiran Medan, 24 Oktober 1987 itu.
Meski demikian, DJ Una rupanya pantang jumawa. Makanya, setiap hari ia terus berpikir bagaimana cara menjaga performanya supaya dapat menghibur masyarakat.
"Karena aku senang di Dahsyat," tandasnya
DJ cantik ini merupakan cewek kelahiran Medan 24 Oktober 1987. Namanya mencuat setelah membintangi film My Last Love. Kini kebanyakan waktunya diisi sebagai Disk Jockey.
ReadFull Article ..
DJ Una sama sekali tak menampik wajah dan namanya lebih dikenal publik ketimbang saat menggeluti dunia seni peran dengan film yang pernah dibintanginya berjudul "Air Terjun Pengantin Phuket". Bahkan sekarang ia punya banyak penggemar.
"Aku sih senang kalau banyak penggemar. Berarti banyak yang seneng dan diakui. Mudah-mudahan bermanfaat," ucap Putri Una, Sabtu (28/9/2013), saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dalam beberapa pekan ini, DJ Una merasa punya chemistry dengan masing-masing presenter Dahsyat. Hal itu menurutnya, dapat mendukung setiap penampilannya.
"Bersama host Dahsyat, aku sudah dapat chemistry. Memang awalnya aku grogi, tapi sekarang sudah dekat sama mereka," ucap wanita kelahiran Medan, 24 Oktober 1987 itu.
Meski demikian, DJ Una rupanya pantang jumawa. Makanya, setiap hari ia terus berpikir bagaimana cara menjaga performanya supaya dapat menghibur masyarakat.
"Karena aku senang di Dahsyat," tandasnya

.jpg)

Minggu, 20 Oktober 2013
Sejarah Baju Sekolah

Seragam sekolah awalnya memang ditujukan untuk menghindari kasta di kalangan para murid. Dengan berpakaian seragam, murid-murid sekolah diharapkan bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Sebaliknya, jika dibiarkan bebas berpakaian, murid yang berlatar belakang ekonomi kuat akan mengenakan baju mewah, dan sebaliknya murid dari ekonomi lemah akan berbaju kumal.
Kemudian dalam perkembangannya, seragam sekolah justru melahirkan kelas tertentu. Coba perhatikan sekolah-sekolah elite yang muridnya dari kalangan ekonomi kuat. Mereka biasanya membuatkan seragam yang mewah bagi murid-muridnya. Kemudian bandingkan dengan sekolah bagi murid berlatar belakang ekonomi lemah. Seragam yang disediakan biasanya apa adanya.
Kasta atau kelas kemudian terbentuk lebih terlembaga. Ada sekolah-sekolah tertentu yang hanya bisa dijangkau orang kaya, dan ada sekolah lain yang muridnya kebanyakan dari keluarga miskin. Pembeda di antara kedua jenis sekolah itu umumnya terlihat nyata. Fenomena seperti itu terjadi dalam kehidupan nyata. Sistem pasar mulai merasuki dunia pendidikan.
Nah, sebenarnya bagaimana sih cerita asal muasal seragam sekolah ini? Ternyata menurut situs histclo.com, seragam sekolah pertama kali dikenalkan di Inggris pada abad ke-16. Sekolah yang pertama kali mengenalkan seragam sekolah ini bukanlah sekolah elite bagi para bangsawan. Justru sebaliknya, seragam sekolah saat itu hanya diberlakukan untuk sekolah-sekolah bagi rakyat miskin.
Salah satu sekolah yang dicatat sejarah sebagai sekolah yang mengenalkan seragam bagi murid-muridnya itu adalah sekolah desa Jan Steen’s Dutch. Sekolah ini mulai berjalan di Inggris tahun 1665. Banyak lagi sekolah charity lain bagi murid-murid miskin yang saat itu juga mewajibkan muridnya berpakaian seragam. Tujuannya tidak lain adalah untuk membedakan murid-muridnya dari sekolah umum yang saat itu sudah berbayar.
Pembedaan seperti ini terjadi bertahun-tahun. Barulah di tahun 1960-an, penggunaan seragam sekolah ini mengalami pergeseran. Saat itu sekolah-sekolah mulai menjadikan seragam sebagai identitasnya. Bahkan kemudian pergesar itu menjadikan seragam sekolah jadi pembeda bagi murid-murid berkemampuan tinggi. Sekolah-sekolah bagi murid kaya berlomba membuat pakaian seragam yang sangat bagus untuk membedakan dari sekolah biasa.
Selain jadi pembeda status ekonomi, seragam sekolah kemudian juga menjadi identitas bagi sekolah-sekolah negeri. Di beberapa wilayah ada yang hanya mewajibkan pakaian seragam hanya bagi murid-murid sekolah negeri. Sedangkan di sekolah swasta, murid-muridnya bebas mengenakan pakaian yang penting sopan.
Dalam perkembangannya memang fungsi seragam juga terbalik. Pakaian yang semula bertujuan untuk mengaburkan status sosial, tapi kejadiannya justru sebaliknya. Dalam banyak kasus, keberadaan pakaian seragam sekolah malah jadi pembeda. Seragam sekolah kemudian menjadi identitas status sosial bagi murid-murid sekolah.
Langganan:
Postingan (Atom)